Maunya itu ….
November 24, 2007
Kenapa sih, begitu lama kau selesaikan kebiasaanmu itu. Mengapa juga aku dilarang menikmati harumnya wangi syurga saat-saat begini. Aku begitu ingin bisa bermandi sekedar di clobekan kali anyar di samping rumah kita. Aku cemburu, alirannya begitu santer sementara bendungan yang kau buat pada sungai senyaman itu tak kuat ku tembus.
Kenapa sih, kau masih saja rela mebanting pintu-pintu saat malaikat datang. Apakah sudah merasa mampu menerbangkan sayap-sayapmu setinggi langit tujuh. Atau mampu menembus bumi sebatas angkara. Wangi yang kau tebar, harumnya sirna sejuknyapun hambar.
Kau, yang telah lama bermandi dalam sungai itu, basah kuyupmu masih terasa tetasannya. Hutan pelindung yang membatas dunia luar pun kini sudah gundul, lantas binatang mana yang akan bisa mendatangi lagi. Sementara penjaganya kau usir-usir tanpa peduli.
