Haul: Tradisi Tahunan

April 1, 2009

Setiap tahun tepatnya saat memasuki awal bulan April desa saya bernama Buntet Pesantren mengadakan Haul. Sebuah tradisi untuk menghormati para sesepuh dan orang tua yang telah mendahului kita. Kebiasaan ini sudah berlangsung cukup lama. Barangkali sudah ratusan kali mengadakan haul.

Baca entri selengkapnya »

testing

Oktober 9, 2008

free counters

LAKUM DINUKUM WA LIYA DINI

Agustus 5, 2008

MAKALAH DARI BEDAH BUKU “Islamku Islam Anda Islam Kita:
Sebuah Tinjauan Teologis, Sosiologis dan Antropologis1

Oleh P. Dr. Philipus Tule, SVD

Pendahuluan
Pengalaman konflik antaragama yang sering dialami di persada nusantara ini, telah mendorong pemerintah, tokoh agama, cendekiawan dan aneka LSM di Indonesia untuk mencarikan solusi, baik secara preventif maupun kuratif. Acara bedah buku karya KH Abdurrahman Wahid, yang diprakarsai oleh PADMA Indonesia dan The Wahid Institute ini merupakan inisiatif positif untuk mensosialisasikan karya monumental seorang Kiyai Intelektual dan Negarawan berwawasan kosmopolitan itu, menghimpun para alim ulama dan cendekiawan, untuk bersama-sama mendiagnosis situasi nasional dan umat masa kini yang ditandai oleh aneka bentuk konflik bernuansa SARA. Selanjutnya, bersama-sama memprognosis masa depan kehidupan bermasyarakat dan beragama yang lebih kondusif serta memungkinkan kita membuat pilihan tepat dalam menata kehidupan yang aman, tentram dan sejahtera (dkl maslahah ’ammah atau bonum commune).

Baca entri selengkapnya »

Oleh: Muhammad Kurtubi

Dulu di Pondok Buntet Pesantren para kyai memiliki sawah. Rata-rata setiap tahun panen 3 kali. Para santri biasanya terlibat dalam penanganan pasca panen itu. Setelah itu nasi liwet ditanak sendiri menggunakan beras pemberian kyai rasanya wangi pulen dan empuk. Tapi kini bukan saja para kyai tapi juga para keluarga petani lainnya sudah tidak tertarik lagi bertani?

Baca entri selengkapnya »

Artinya: “Tidaklah sia-sia Tuhan menciptakan segala sesuatu” (Al Qur’an)

Benarkah syetan itu bermanfaat bagi manusia; bukankah Tuhan menciptakan syetan sebagai musuh yang nyata; dan bukankah Tuhan memerintahkan manusia agar menjauhinya; Sebab pekerjaan  syetan adalah menggoda manusia secaraa profesional.

Hampir 24 jam mereka terus-menerus merongrong manusia agar melupa­kan Tuhan dan berusaha membuat kegelapan di dalam hati­nya. Pekerjan syetan baru berhenti manakala manusia telah meninggalkan dunia sebab mereka memiliki cita-cita yang kuat yaitu mencari teman sebanyak-banyaknya di neraka dari golongan jin dan manusia. Lalu apakah sisi manfaat dari syetan.

Tuhan tidaklah sia-sia menciptakan segala sesuatu termasuk menciptakan syetan yang dicap sebagai musuh yang nyata. Kita mengetahui bahwa kedudukan manusia akan mening­kat derajatnya (maqamnya) semata-mata karena mampu melewati rintangan hawa nafsu dan godaan syetan. Sebalik­nya, manusia pun bisa menduduki derajat yang paling rendah bahkan lebih rendah daripada binatang dengan sebab syetan.

Singkatnya, keberadaan syetan boleh jadi harus disyukuri bagi orang-orang yang menuju Tuhan. Sebab tanpa gangguan dan godaan mereka manusia tidak akan meningkat derajatnya di sisi Tuhan sebagaimana keduduk­an para malaikat di sisi Tuhan tidak naik dan turun derajatnya sebab golongan para malaikat tidak digoda oleh syetan.

Baca entri selengkapnya »

Hindari segera!

Nopember 26, 2007

Kebiasaaan yang tidak baik manakala dipelihara seakan-akan ia menjadi candu. Tidak ubahnya seperti para pemakai narkoba. mereka akan ketagihan saat-saat ia merasakan sensansinya. Begitu pula kenikmatakan rokok memberikan kebiasaan yang sulit dihindari bagi para pecandu. Demikain pula kebiasaan lainnya yang bisa panjang kalau diungkapkan. Saya salah satunya adalah terbiasa dengan hal-hal itu saat ini.

Pekerjaan yang menumpuk akhirnya tidak selesai-selesai jadinya.  Sudah tiga hari masih saja belum disentuh.  Duh, saya harus hindari ini. segera!

Maunya itu ….

Nopember 24, 2007

Indahnya cinta.. tak seindah kata... Kenapa sih, begitu lama kau selesaikan kebiasaanmu itu. Mengapa juga aku dilarang menikmati harumnya wangi syurga saat-saat begini. Aku begitu ingin bisa bermandi sekedar di clobekan kali anyar di samping rumah kita. Aku cemburu, alirannya begitu santer sementara bendungan yang kau buat pada sungai senyaman itu tak kuat ku tembus.

Kenapa sih, kau masih saja rela mebanting pintu-pintu saat malaikat datang. Apakah sudah merasa mampu menerbangkan sayap-sayapmu setinggi langit tujuh. Atau mampu menembus bumi sebatas angkara. Wangi yang kau tebar, harumnya sirna sejuknyapun hambar.

Kau, yang telah lama bermandi dalam sungai itu, basah kuyupmu masih terasa tetasannya. Hutan pelindung yang membatas dunia luar pun kini sudah gundul, lantas binatang mana yang akan bisa mendatangi lagi. Sementara penjaganya kau usir-usir tanpa peduli.

Duniaku dunianya…

Nopember 23, 2007


Dunia begitu mempesona
dunia begitu menganga
dunia begitu berarna
dunia semata bias

dunia sedengkur suara
dunia sepahit rasa
dunia sekeras cadas
dunia senikmat bidadari
dunia secuil nurani
dunia segudang tirani

oh duniaku
bukan dunianya
duniaku warnaku
duniaku wataku
duniaku rumahku
duniaku ideologiku
duniaku mahkotaku

duniaku karibku
dimana duniamu
tak jua meramu
mana tangismu masih juga nelangsa
dimana duniamu
bisakah kita bersatu

Hello world!

Nopember 23, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!